KEREN!!!!!! MAHASISWA SULAP AMPAS TAHU DAN SINGKONG JADI PENGGANTI MINYAK IKAN
Satu lagi inovasi di bidang kesehatan. Mahasiswa ikut
berkomitmen menekan angka kekurangan gizi di Indonesia dan mendukung Indonesia
Sustainable Development Goals, dengan terobosan yang unik.
Lima mahasiswa UI berhasil menyulap limbah makanan berupa
onggok dan ampas tahu menjadi kapsul bernutrisi sumber AA, DHA dan EPA yang
dinamai Aspergyomega. Temuan ini bisa digunakan sebagai alternatif pengganti
minyak ikan.
Kelima mahasiswa tersebut yakni Ardita Rizky Putri
Arcanggi (Teknik Bioproses), Ahmad rafif (Teknik Kimia), Mustika (Teknik
Bioproses), Adinda Eka (Teknik Bioproses), Prastiwi Arum (Farmasi). Salah satu
faktor kekurangan gizi adalah karena kurangnya asupan asam lemak tak jenuh pada
anak di bawah lima tahun dimana salah satu asam lemak tak jenuh adalah AA, DHA
dan EPA.
Nutrisi berupa AA, DHA dan EPA selama ini dapat dipenuhi
dengan mengonsumsi minyak ikan, golongan crustacean. Akan tetapi, ketersediaan
minyak ikan memiliki keterbatasan, yaitu pencemaran logam berat, penyediaan
sumber daya ikan, harga produk yang relatif mahal, serta ketersediannya
bergantung dengan musim
Sehingga dapat menjadi ancaman bagi penyediaan ikan di
masa depan. Berangkat dari tantangan tersebut, Ardita beserta tim mencari
sumber alternatif lainnya untuk pemenuhan produksi nutrisi yang dibutuhkan
untuk pemenuhan gizi.
“Kami mencari sumber alternatif lain dalam menghasilkan
asam lemak dengan memilih limbah makanan yang difermentasi menggunakan
mikroorganisme," katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa
(15/8).
Hasil temuan itu mempunyai kelebihan antara lain waktu
yang dibutuhkan dalam memproduksi asam lemak yang relatif singkat serta harga
yang relatif lebih murah dibandingkan minyak ikan. Maka melalui penelitian ini,
mereka menganalisis komposisi karbon berbasiskan bahan baku berupa onggok dan
ampas tahu untuk menghasilkan asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari AA, DHA
dan EPA.
"Tentu sangat berguna meningkatkan gizi masyarakat
Indonesia," tegasnya.
Onggok atau sering dikenal sebagai ampas singkong
merupakan produk samping dari industri pengolahan singkong seperti tepung
tapioka atau kanji, dan lainnya. Sedangkan ampas tahu merupakan sisa hasil
pembuatan tahu. Kedua limbah makanan tersebut berhasil diolah menjadi produk
bermanfaat melalui tahapan penelitian di bawah bimbingan dosen FTUI Ir. Rita
Arbianti, M.Si yang dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik UI.
Hasil penelitian ini tengah diusulkan untuk Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
yang akan melaju pada babak final di akhir bulan Agustus 2017. Ardita dan tim
menyakini bahwa keunggulan dari produk ini adalah termasuk food grade yang aman
untuk dimakan, relatif lebih murah serta mengandung nutrisi yang sangat baik
bagi perkembangan otot, otak, syaraf mata serta baik bagi perkembangan anak.
Karya mahasiswa UI itu diharapkan mampu diwujudnyatakan
dalam bentuk kapsul nutrisi layaknya minyak ikan yang telah beredar di pasaran.
Dengan demikian dapat mendukung usaha pemerintah dalam program Sustainable
Development Goals (SDGs) serta menjadi pustaka dalam pengembangan sumber
penghasil asam lemak tak jenuh sebagai sumber gizi.

0 komentar :
Posting Komentar